Belum Ada Data Terpadu, Penyaluran Bansos Sulit Tepat Sasaran
Jakarta, (13/5). Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini
Rahmania, menyoroti lambatnya proses ground checking dan verifikasi data
penerima bantuan sosial (bansos) yang dinilai berdampak pada ketidaktepatan
sasaran penyaluran bansos di daerah.
“Mereka menyampaikan masalah ground checking DTKS
(data terpadu kesejahteraan sosial) yang sampai hari ini masih dinilai
terlambat, lama, dan tidak segera update, sehingga membuat bansos ini tidak
tepat sasaran,” kata Dini usai
menerima audiensi Komisi III DPRD Kota Probolinggo, di Ruang Rapat Fraksi
NasDem, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Mereka menyampaikan berbagai persoalan terkait
kesejahteraan sosial dan validitas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Menurut Dini, persoalan validasi data bansos masih
menjadi keluhan di banyak daerah karena masyarakat yang seharusnya menerima
bantuan justru belum terakomodasi.
“Sampai hari ini di kabupaten dan kota masih banyak
bansos yang belum tepat sasaran. Bahkan yang seharusnya mendapat, masih saja
banyak yang tidak mendapat,”
ujarnya.
Ditegaskan Dini, bahwa persoalan tersebut akan
disampaikan kepada Kementerian Sosial, agar proses pembaruan dan verifikasi
data penerima bansos dapat dipercepat.
“Tindak lanjutnya pasti akan saya sampaikan kepada
Kementerian Sosial,” tegas
legislator Fraksi NasDem Dapil Jatim II (Probolinggo dan Pasuruan) itu.
Ia mengungkapkan, bahwa hingga saat ini masih
banyak data masyarakat yang belum melalui proses ground check, maupun
verifikasi, dan validasi oleh petugas terkait.
“Sampai hari ini masih banyak yang belum
di-ground-check dan belum diverifikasi oleh BPS,” tegasnya
Diharapkan oleh Dini, proses ground checking dan
verifikasi faktual data penerima bansos, dapat segera diselesaikan agar bantuan
benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Harapannya yang berhak mendapat, mendapatkan
bantuan, dan yang sudah tidak berhak, tidak mendapatkan bantuan,” pungkas Dini. (JHL.7)